KUDUS – Pengajian jam’iyyah yasin fadhilah di wilayah Kabupaten Kudus, kini menjadi salah satu tradisi keagamaan yang semakin mengakar dan diminati masyarakat lintas kalangan.
Kegiatan yang awalnya bermula dari amalan pribadi kini berkembang menjadi agenda rutin yang memiliki jadwal tetap setiap bulan.
Mantan Bupati Kudus dua periode, H. Musthofa mengungkapkan bahwa jam’iyyah ini terus berjalan secara istiqomah bahkan setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah.
Menurutnya, pengajian ini bukan hanya tradisi keagamaan biasa, tetapi menjadi wadah memperkuat spiritualitas masyarakat.
Kegiatan tersebut memiliki jadwal rutin, mulai dari pengajian setiap malam Rabu Pon, santunan anak yatim, pembacaan manaqib pada sore hari, hingga agenda selapanan khotmil Qur’an yang digelar setiap malam Sabtu Kliwon.
Musthofa menjelaskan, tradisi ini bermula saat dirinya bersilaturahmi kepada KH sya’roni ahmadi, ulama kharismatik Kudus.
Saat itu, ia meminta amalan sebagai penguat batin untuk menjalankan tugas pemerintahan. “ketika itu saya meminta amalan untuk menenangkan batin, supaya bisa menjalankan tugas dengan lebih istiqomah,” katanya.
Dia menerima ijazah membaca surat yasin sebanyak 41 kali. setelah dalami, amalan tersebut mengarah pada yasin fadhilah dan dibenarkan langsung oleh KH sya’roni ahmadi.
Pada periode kedua kepemimpinannya, pengajian ini bahkan pernah dilaksanakan di wilayah pendopo Kabupaten Kudus dan dibuka langsung oleh KH sya’roni ahmadi.
Namun setelah masa jabatan selesai, lokasi pengajian berpindah ke loram wetan, tepatnya di sekitar makam bagusan.
Menariknya, meski tidak lagi dihadiri pejabat, jumlah jamaah justru terus bertambah. Masyarakat umum, relawan, hingga berbagai elemen sosial ikut hadir secara rutin.
“Ngaji itu bukan soal tempat atau siapa yang hadir. Yang penting hati kita lebih dekat kepada Allah,” ujar Musthofa kepada wartawan, Rabu (6/5/26).
Selain pengajian, jam’iyyah ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah islamiyah, karena terbuka untuk siapa saja tanpa memandang latar belakang.
Ia berharap, agenda-agenda tersebut dapat terus dipertahankan. agar keberkahan dan manfaat spiritual dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kudus.(AH)













































