PATI – Persidangan kasus pengeroyokan rombongan tongtek yang menewaskan seorang remaja di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Jawa Tengah,
Hari ini berlangsung panas dan sempat memicu kericuhan di halaman pengadilan, Senin (13/4/2026).
Sejak pagi, puluhan warga dan keluarga korban sudah berkumpul di area PN Pati. mereka datang membawa spanduk serta foto korban sebagai bentuk desakan, agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.
Sidang perkara yang menyeret empat terdakwa berstatus anak itu digelar tertutup. keluarga korban tidak diizinkan masuk ke ruang sidang, dan hanya menunggu di luar gedung hingga sore.
Situasi memanas ketika mobil tahanan yang membawa para terdakwa keluar dari halaman PN Pati sekitar pukul 16.00 WIB.
Massa yang sudah lama menunggu langsung menghadang kendaraan tersebut. beberapa orang terlihat melempar air dan botol ke arah mobil tahanan.
Bahkan, ada yang nekat berdiri di depan kendaraan, sehingga sempat menghambat laju mobil.
Petugas keamanan yang berjaga langsung bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mencegah kericuhan meluas.
Massa akhirnya berhasil dipukul mundur hingga mobil tahanan dapat keluar dari lokasi. di tengah insiden itu, keluarga korban terlihat menangis histeris.
Mereka menuntut agar para terdakwa dijatuhi hukuman maksimal. tante korban, Nailis Saadah mengaku sejak pagi ikut mengawal jalannya sidang.
Ia berharap proses hukum berjalan adil untuk keponakannya, FD (18), yang tewas akibat luka tusuk”, tambah Nailis Saadah kepada wartawan.
Humas PN Pati, Retno Lastiani menjelaskan sidang masih beragenda pemeriksaan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum serta saksi dari pihak terdakwa.
Sidang lanjutan dijadwalkan Selasa (14/4/2026) dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa. PN Pati juga menyatakan akan berkoordinasi
Dengan aparat keamanan guna kedepan mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan”, kata Retno Lastiani.(red)












































