PATI – Pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas bangsa kembali tercoreng. SDN mencon di wilayah kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Hari ini terpaksa memindahkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke balai desa, setelah satu ruang kelas roboh dan ruangan lain dikosongkan. karena berisiko membahayakan
Kondisi ini menegaskan bahwa masih banyak sekolah di Indonesia yang tidak memiliki standar keamanan minimum.
Siswa yang seharusnya belajar dalam ruang kelas nyaman, kini harus “menumpang” di fasilitas desa.
Situasi tersebut tidak hanya menyedihkan, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar, tentang tanggung jawab negara.
Disdikbud Kabupaten Pati merespons dengan meninjau langsung lokasi pada Senin (13/4/2026).

Dari hasil pengecekan, sekolah dinyatakan tidak memungkinkan digunakan sementara waktu. Plt Sekretaris Disdikbud Pati, Paryanto menyampaikan bahwa pemindahan KBM merupakan langkah cepat
Agar siswa tetap aman. namun publik menilai, solusi darurat ini justru menjadi bukti nyata lemahnya pemeliharaan sarana pendidikan selama bertahun-tahun.
“Lebih lanjut, pihak sekolah diminta segera menyelamatkan aset berupa meja, kursi, dan perlengkapan belajar dari ruangan yang terancam roboh.
Tindakan ini dinilai penting, tetapi juga memperlihatkan betapa sekolah tidak memiliki perlindungan struktural memadai.
Yang lebih ironis, SDN mencon disebut telah masuk nominasi revitalisasi sekolah tahun 2026. namun, kepastian anggaran dan pelaksanaan masih menunggu keputusan dari kementerian”, kata Paryanto, Plt Sekretaris Disdikbud Pati kepada wartawan.
Peristiwa ini memunculkan kritik luas, karena pendidikan di Indonesia sering dijadikan slogan politik, tetapi realitas di lapangan justru memperlihatkan ketimpangan yang nyata.
Jika ruang kelas saja tak sanggup berdiri kokoh, maka bagaimana mungkin negara berbicara soal generasi emas dan masa depan pendidikan.(red)












































