SEMARANG – Gelombang perang terhadap korupsi menggema. Seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Jateng, termasuk Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra
Hari ini resmi menandatangani Pakta Integritas dalam dialog antikorupsi bersama komisi pemberantasan korupsi (KPK) RI di grhadhika bhakti praja, Semarang, Senin (30/3/2026).
Agenda besar ini menjadi simbol kuat bahwa Jawa Tengah tengah memasuki babak baru dalam tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, transparan, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Plt Bupati Pati menegaskan, pakta integritas bukan sekadar seremoni, melainkan ikatan moral dan politik
Untuk menjalankan pemerintahan secara akuntabel, terutama dalam pengelolaan APBD dan pengadaan barang/jasa”, kata Chandra di didampingi Ketua DPRD, H. Ali Badruddin, S.E kepada wartawan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melontarkan pernyataan keras yang menjadi sorotan nasional.
Ia menekankan tidak akan menolerir pejabat yang masih berani bermain korupsi.“Siapa pun yang korupsi, saya tidak tolerir. Itu tanggung jawab pribadi, bukan institusi,” tutur Ahmad Luthfi.
Dialog antikorupsi ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah siap diawasi KPK, dan siap memberikan sanksi tegas bagi pejabat yang melanggar komitmen integritas.(red)










































