PATI, MEDIAGROUPCYBER.COM I Gelombang penolakan warga Desa Tambaharjo terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kian menguat setelah video perdebatan antar warga viral di media sosial.
Warga menilai rencana pembangunan yang mengambil lokasi lapangan desa berpotensi menghilangkan ruang publik, yang selama ini menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat.
Lapangan tersebut digunakan untuk olahraga, kegiatan kepemudaan, acara desa, hingga aktivitas ekonomi informal.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi jangan merampas ruang publik yang sudah puluhan tahun menjadi milik masyarakat,” kata Sutarno kepada wartawan, Rabu (7/1/26).
BPD Desa Tambaharjo melalui Yibno menegaskan bahwa pembangunan telah disepakati melalui musyawarah desa sejak November 2025.
Menurutnya, isu hilangnya lapangan tidak benar. karena lapangan tetap dipertahankan dan bahkan akan ditata lebih layak
“Lapangan tetap ada. Justru akan diperbaiki dan lebih representatif,” jelasnya.
Namun sebagian pedagang dan warga mengaku belum pernah mendapatkan penjelasan rinci terkait relokasi dan dampak pembangunan tersebut.
Mereka khawatir kehilangan mata pencaharian, jika dipindahkan tanpa kepastian lokasi dan konsep yang jelas.
Viralnya polemik ini menjadi cerminan pentingnya komunikasi publik yang sehat, antara pemerintah desa dan warganya. agar kedepan pembangunan tidak menimbulkan perpecahan sosial.(red)














































